
Teknologi Maju, SDM Harus Mengimbangi
Percepatan digitalisasi pendidikan nasional pada periode 2025–2026 menandai babak baru transformasi sistem belajar di Indonesia. Pemerintah telah menyediakan infrastruktur digital, platform pembelajaran, dan akses internet yang semakin merata. Namun, di balik kemajuan tersebut, terdapat satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan kebijakan ini: kesiapan guru.
Tanpa pendidik yang mampu memanfaatkan teknologi secara efektif, digitalisasi berisiko menjadi sekadar proyek perangkat. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia, khususnya guru di Sekolah Rakyat dan sekolah umum, menjadi perhatian utama dalam implementasi kebijakan pendidikan digital.
Perubahan Peran Guru di Era Pembelajaran Digital
Digitalisasi mengubah peran guru secara fundamental. Guru tidak lagi berfungsi semata sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator pembelajaran yang membimbing siswa dalam mengakses, memahami, dan mengolah informasi.
Dalam pembelajaran digital, guru dituntut untuk:
Menguasai perangkat dan platform pembelajaran
Merancang metode pengajaran yang interaktif
Mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum
Membimbing siswa agar bijak dan produktif di ruang digital
Perubahan ini menuntut peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, terutama bagi guru yang selama ini terbiasa dengan metode pembelajaran konvensional.
Tantangan Kesiapan Guru di Lapangan
Berbagai evaluasi awal menunjukkan bahwa kesiapan guru menghadapi pembelajaran digital belum sepenuhnya merata. Tantangan tersebut muncul dalam beberapa bentuk, antara lain:
Kesenjangan Kompetensi Digital
Tidak semua guru memiliki tingkat literasi digital yang sama. Perbedaan usia, latar belakang pendidikan, dan akses pelatihan memengaruhi kemampuan adaptasi terhadap teknologi.Beban Administratif
Digitalisasi sering kali diiringi peningkatan beban administrasi, terutama pada fase awal implementasi, yang dapat mengurangi fokus guru pada proses pembelajaran.Keterbatasan Pendampingan
Di beberapa wilayah, guru masih membutuhkan pendampingan intensif untuk memaksimalkan pemanfaatan platform pembelajaran digital.
Tantangan ini menjadi perhatian khusus dalam implementasi Sekolah Rakyat, mengingat karakteristik siswa yang membutuhkan pendekatan pengajaran lebih adaptif.
Strategi Pemerintah Meningkatkan Kompetensi Guru
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai strategi penguatan kapasitas guru. Sejak 2025, program pelatihan kompetensi digital bagi pendidik diperluas secara nasional, mencakup:
Pelatihan dasar literasi digital
Penggunaan platform pembelajaran nasional
Metode pengajaran berbasis teknologi dan proyek
Pengenalan pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis
Hingga awal 2026, lebih dari 1,8 juta guru telah mengikuti pelatihan kompetensi digital dalam berbagai tingkatan. Pada akhir 2026, jumlah ini diproyeksikan meningkat hingga 2,5 juta guru, termasuk pendidik di Sekolah Rakyat.
Sertifikasi Guru Digital sebagai Standar Baru
Salah satu langkah strategis yang tengah dikembangkan adalah penerapan sertifikasi kompetensi digital guru. Sertifikasi ini bertujuan memastikan bahwa pendidik memiliki standar minimal kemampuan dalam memanfaatkan teknologi pendidikan.
Sertifikasi guru digital mencakup aspek:
Penguasaan perangkat dan platform pembelajaran
Desain pembelajaran digital yang efektif
Evaluasi pembelajaran berbasis teknologi
Etika dan keamanan digital
Dengan sertifikasi ini, pemerintah berharap kualitas pembelajaran digital dapat terjaga secara konsisten di seluruh wilayah.
Peran Guru dalam Sekolah Rakyat
Di Sekolah Rakyat, peran guru menjadi semakin strategis. Siswa Sekolah Rakyat umumnya berasal dari latar belakang keluarga dengan keterbatasan akses teknologi, sehingga guru tidak hanya mengajar materi, tetapi juga membimbing adaptasi siswa terhadap dunia digital.
Guru di Sekolah Rakyat berperan sebagai:
Pendamping literasi digital dasar
Pendorong motivasi belajar siswa
Penghubung antara teknologi dan kebutuhan nyata siswa
Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru di Sekolah Rakyat menjadi prioritas kebijakan pendidikan digital.
Dampak Kesiapan Guru terhadap Mutu Pembelajaran
Kesiapan guru berdampak langsung pada kualitas pembelajaran digital. Guru yang memiliki kompetensi digital memadai cenderung mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan siswa.
Secara empiris, sekolah dengan guru yang siap digital menunjukkan:
Peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran
Pemanfaatan teknologi yang lebih produktif
Hasil belajar yang lebih konsisten
Dalam jangka menengah, peningkatan mutu pembelajaran ini berkontribusi pada penurunan kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.
Implikasi Kebijakan Jangka Panjang
Penguatan kompetensi guru tidak hanya berdampak pada keberhasilan program digitalisasi saat ini, tetapi juga menentukan arah pendidikan nasional dalam jangka panjang. Guru yang adaptif terhadap teknologi akan lebih siap menghadapi perubahan kurikulum dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Investasi pada peningkatan kapasitas guru dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan transformasi pendidikan digital.
Guru sebagai Pilar Transformasi Pendidikan
Digitalisasi pendidikan nasional dan penguatan Sekolah Rakyat tidak dapat dilepaskan dari peran guru sebagai ujung tombak kebijakan. Teknologi hanyalah alat; keberhasilannya ditentukan oleh manusia yang menggunakannya.
Dengan pelatihan berkelanjutan, sertifikasi kompetensi digital, dan dukungan kebijakan yang konsisten, guru Indonesia diharapkan mampu memimpin transformasi pendidikan menuju sistem yang inklusif, adaptif, dan berorientasi masa depan.

