Republikita
2 min read1,360

Optimisme Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga, Sinergi Kebijakan Diyakini Mampu Menopang Pertumbuhan pada 2026

JAKARTA – Pemerintah menegaskan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Sejumlah indikator menunjukkan fondasi perekonomian nasional masih terjaga, sementara lembaga internasional tetap memberikan proyeksi pertumbuhan yang positif bagi Indonesia pada 2026.

O

OP Admin

Published in Republikita

Loading...
Optimisme Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga, Sinergi Kebijakan Diyakini Mampu Menopang Pertumbuhan pada 2026

Di tengah tantangan eksternal, pemerintah menilai koordinasi kebijakan fiskal, moneter, serta dukungan sektor riil menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor.

IMF Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sebesar 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026.

Proyeksi tersebut menjadi sinyal bahwa ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang baik dibandingkan banyak negara berkembang lainnya. Kepercayaan IMF juga dinilai mencerminkan potensi ekonomi domestik yang tetap kuat meskipun perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan.

Airlangga Nilai Pelemahan Rupiah Belum Menggambarkan Kondisi Fundamental

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa nilai tukar rupiah yang sempat berada di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Menurutnya, pergerakan kurs lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan tekanan dari pasar global. Sementara itu, indikator ekonomi domestik dinilai masih berada dalam kondisi yang relatif baik sehingga fundamental ekonomi nasional tetap terjaga.

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Perlu Didukung Banyak Sektor

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa APBN tidak dapat menjadi satu-satunya penggerak pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi memerlukan kontribusi dari investasi, dunia usaha, konsumsi rumah tangga, ekspor, dan berbagai sektor produktif lainnya. Dengan dukungan yang lebih luas, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.

Kolaborasi Kebijakan Menjadi Kunci Menjaga Stabilitas Ekonomi

Pemerintah memandang sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Koordinasi yang erat antarotoritas diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar keuangan, memperkuat iklim investasi, serta mendorong aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Melalui sinergi tersebut, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat terus dijaga sesuai dengan proyeksi yang telah ditetapkan.

Dengan fundamental ekonomi yang dinilai masih kuat serta dukungan koordinasi kebijakan yang berkelanjutan, Indonesia dipandang memiliki peluang untuk mempertahankan momentum pertumbuhan pada 2026. Pemerintah pun terus mendorong berbagai kebijakan strategis agar stabilitas ekonomi tetap terjaga dan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles