
Analis Keamanan Nasional, Intelijen, dan Hubungan Internasional Digdaya Institute, Pangiutan Lubis, menilai komunikasi yang terjalin antara Polri dan Kejaksaan Agung merupakan langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi penegakan hukum nasional. Menurutnya, hubungan yang harmonis antarlembaga penegak hukum menjadi salah satu indikator penting bagi terbangunnya sistem hukum yang kuat dan stabil.
Perkuat Sistem Peradilan Pidana Terpadu
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Kejaksaan Agung tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya memperkuat koordinasi dalam kerangka criminal justice system atau sistem peradilan pidana terpadu.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan Kejaksaan Agung akan terus diperkuat agar masyarakat memperoleh pelayanan hukum yang memberikan kepastian sekaligus rasa keadilan. Selain itu, kedua institusi juga membahas penguatan implementasi KUHP dan KUHAP yang baru sebagai bagian dari pembaruan sistem hukum nasional.
Soliditas Antarlembaga Dinilai Penting
Menurut Pangiutan Lubis, koordinasi yang baik antara Polri dan Kejaksaan Agung memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar hubungan kelembagaan. Sinergi tersebut dinilai berkontribusi terhadap stabilitas nasional, efektivitas penanganan perkara, serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Ia menilai komunikasi yang terbuka antarpenegak hukum menjadi modal penting untuk memastikan setiap tahapan proses hukum berjalan selaras sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
Pesan Kebersamaan dari Dua Pimpinan Penegak Hukum
Dalam pertemuan tersebut, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa hubungan antara Kejaksaan Agung dan Polri bukanlah hubungan persaingan.
"Jangan berpikir kami ini rival. Kami sejak dulu sudah saling mengenal dan memiliki tujuan yang sama dalam penegakan hukum," ujar Burhanuddin.
Suasana hangat juga tergambar ketika Kapolri menyapa Jaksa Agung sebagai "kakak asuh", sementara Jaksa Agung menyebut Kapolri sebagai "sahabat". Momen tersebut dinilai mencerminkan hubungan kerja yang dibangun di atas komunikasi, saling menghormati, dan komitmen untuk menjaga sinergi antarlembaga.
Perkuat Kepercayaan Publik
Pengamat menilai bahwa di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap berbagai isu penegakan hukum, komunikasi yang baik antara pimpinan institusi penegak hukum menjadi pesan penting bagi publik.
Koordinasi yang solid diyakini akan memperkuat efektivitas pemberantasan tindak pidana, meningkatkan kualitas pelayanan hukum, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang profesional dan akuntabel.
Dengan terus diperkuatnya sinergi antara Polri dan Kejaksaan Agung, diharapkan sistem peradilan pidana Indonesia semakin mampu menjawab tantangan penegakan hukum yang kompleks sekaligus memberikan kepastian hukum, rasa keadilan, dan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.
.png)












