Republikita
•2 min read•672

Pemberdayaan Ekonomi Pesisir: Presiden Prabowo Targetkan 100 Kampung Nelayan Beroperasi Akhir 2026

HAMBALANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 100 Kampung Nelayan modern siap beroperasi secara penuh hingga akhir tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem sektor kelautan dan perikanan sekaligus mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir di berbagai daerah.

O

OP Admin

Published in Republikita

Loading...
Pemberdayaan Ekonomi Pesisir: Presiden Prabowo Targetkan 100 Kampung Nelayan Beroperasi Akhir 2026

Target tersebut dibahas secara mendalam saat Presiden Prabowo menerima kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pemeriksaan Perkembangan dan Instruksi Presiden

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara langsung meminta laporan serta update perkembangan terbaru terkait proyek pembangunan 100 Kampung Nelayan yang tengah digarap oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa seluruh jajaran pemerintah terkait terus memacu penyelesaian proyek ini agar seluruh kawasan yang dirancang dapat langsung dimanfaatkan sebelum berganti tahun.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta update perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan yang tengah dipersiapkan pemerintah," ungkap Seskab Teddy Indra Wijaya.

Fasilitas Integratif: Dari Dermaga Hingga Cold Storage

Program Kampung Nelayan tidak sekadar berfokus pada penataan kawasan permukiman warga pesisir, tetapi juga menyentuh penguatan infrastruktur rantai pasok perikanan dari hilir ke hulu. Setiap titik Kampung Nelayan dirancang terpadu dengan penyediaan berbagai fasilitas operasional penunjang utama.

Sarana dan prasarana yang disiapkan meliputi:

  • Dermaga Tambat: Memudahkan aksesibilitas serta aktivitas bongkar muat kapal nelayan.

  • Pabrik Es: Menyediakan pasokan es guna menjaga kesegaran hasil tangkapan laut.

  • Fasilitas Cold Storage: Tempat penyimpanan dingin untuk menjaga mutu komoditas perikanan agar harga jual tetap stabil.

  • Pasar Ikan Modern: Wadah transaksi langsung yang memperpendek rantai distribusi dan pemasaran hasil laut warga.

Keberadaan fasilitas terpadu ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi, mengurangi potensi kerugian akibat kerusakan ikan pascapanen, serta meningkatkan daya saing nelayan lokal.

Mendorong Kesejahteraan dan Kemandirian Pesisir

Pemerintah optimistis bahwa kehadiran 100 Kampung Nelayan yang beroperasi penuh pada akhir 2026 akan menjadi pemicu kemajuan ekonomi bagi wilayah pesisir Indonesia. Integrasi antara fasilitas penangkapan, pengolahan, dan pemasaran secara terpusat dinilai akan meningkatkan pendapatan riil nelayan skala kecil dan menengah.

Pembangunan ini juga menjadi bagian penting dari agenda prioritas nasional untuk mewujudkan pemerataan pembangunan ekonomi serta memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sektor kelautan.

Poin Kunci Target 100 Kampung Nelayan

  • Target Waktu: 100 Kampung Nelayan ditargetkan rampung dan siap beroperasi penuh pada akhir 2026.

  • Fasilitas Terpadu: Dilengkapi dermaga, pabrik es, cold storage, serta pasar terintegrasi.

  • Koordinasi Tingkat Tinggi: Pembahasan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama pimpinan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

  • Misi Utama: Memperkuat ekosistem perikanan nasional, menjaga rantai pasok hasil laut, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles