Republikita

Republikita

3 min read481

Silaturahmi Kebangsaan: Prabowo Hadir di 1 Abad NU

Jakarta — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi simbol kuat silaturahmi kebangsaan antara negara dan kekuatan masyarakat sipil keagamaan. Momentum bersejarah ini menegaskan peran NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan nilai kebangsaan Indonesia.

O

OP Admin

Published in Republikita

Loading...
Silaturahmi Kebangsaan: Prabowo Hadir di 1 Abad NU

Jakarta — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi simbol kuat silaturahmi kebangsaan antara negara dan kekuatan masyarakat sipil keagamaan. Momentum bersejarah ini menegaskan peran NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan nilai kebangsaan Indonesia.

Acara Mujahadah Kubro yang digelar sebagai bagian dari peringatan 100 tahun NU tersebut dihadiri lebih dari 100 ribu jemaah dari berbagai daerah. Ribuan warga Nahdliyin memadati lokasi sejak dini hari, mencerminkan kuatnya basis sosial NU sekaligus besarnya harapan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional yang inklusif dan merangkul semua elemen bangsa.

NU dan Negara: Sejarah yang Berkelindan

NU selama satu abad telah menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia. Dari masa perjuangan kemerdekaan hingga era demokrasi modern, NU konsisten mengambil posisi sebagai penjaga nilai keislaman yang moderat, toleran, dan sejalan dengan Pancasila. Pemerintah menilai peran tersebut sebagai fondasi penting dalam menjaga keutuhan Indonesia yang majemuk.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi NU dalam merawat persatuan nasional. Ia menegaskan bahwa negara membutuhkan dukungan ormas keagamaan untuk menjaga harmoni sosial, terutama di tengah tantangan global yang ditandai ketidakpastian geopolitik, polarisasi, dan tekanan ekonomi.

Mujahadah Kubro sebagai Ruang Doa dan Refleksi Bangsa

Mujahadah Kubro tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga ruang refleksi kolektif bagi bangsa. Doa bersama yang dipanjatkan oleh para ulama dan jemaah menjadi simbol ikhtiar spiritual untuk keselamatan bangsa, keberlanjutan pembangunan, dan kepemimpinan nasional yang adil serta amanah.

Pemerintah memandang tradisi seperti Mujahadah Kubro sebagai bagian dari modal sosial bangsa—di mana nilai religius, kebudayaan, dan kebangsaan bertemu dalam satu ruang yang memperkuat kohesi nasional.

Pesan Persatuan di Tengah Dinamika Politik

Kehadiran Presiden dalam peringatan satu abad NU juga dipandang sebagai pesan kuat bahwa pemerintah berkomitmen menjaga politik persatuan, bukan politik fragmentasi. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menekankan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh merusak persaudaraan dan persatuan nasional.

NU, dengan jaringan pesantren, ulama, dan komunitas akar rumputnya, dinilai memiliki peran strategis dalam meredam polarisasi serta menjaga dialog kebangsaan tetap sehat dan produktif.

Komitmen Pemerintah terhadap Kepentingan Umat

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan umat, termasuk perbaikan layanan keagamaan dan upaya menekan biaya ibadah haji. Pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah kebijakan agar akses ibadah dan pelayanan publik keagamaan semakin adil dan terjangkau.

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial sebagai pilar utama pembangunan nasional.

Ormas Keagamaan sebagai Mitra Pembangunan

Pemerintah menegaskan bahwa ormas keagamaan seperti NU bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga mitra aktif pembangunan—terutama dalam pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan penguatan karakter generasi muda. Ribuan pesantren dan lembaga pendidikan NU telah berkontribusi besar dalam pemerataan akses pendidikan, khususnya di daerah pedesaan dan tertinggal.

Kolaborasi negara dan ormas keagamaan dinilai penting untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Silaturahmi kebangsaan dalam peringatan 1 Abad NU menjadi penegasan bahwa hubungan antara negara dan kekuatan masyarakat sipil berbasis keagamaan tetap kokoh. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar simbol kehadiran negara, melainkan pernyataan komitmen untuk menjaga persatuan, merawat tradisi kebangsaan, dan membangun Indonesia dengan semangat kebersamaan.

Di tengah perubahan global yang cepat, sinergi antara pemerintah dan NU menjadi salah satu jangkar stabilitas sosial dan moral bangsa—sebuah modal penting bagi Indonesia untuk melangkah maju dengan percaya diri.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles