Republikita
3 min read912

Hadiri KTT ASEAN–Rusia, Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Global dan Ketahanan Kawasan

KAZAN, RUSIA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN–Rusia yang berlangsung di Kazan, Rusia, pada 17–18 Juni 2026. Dalam forum strategis tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama kawasan sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas global di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia.

O

OP Admin

Published in Republikita

Loading...
Hadiri KTT ASEAN–Rusia, Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Global dan Ketahanan Kawasan

Sugiono hadir sebagai kepala delegasi Indonesia mewakili Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan yang mempertemukan para pemimpin dan perwakilan negara-negara ASEAN dengan Rusia untuk membahas arah kemitraan strategis masa depan.

Forum tersebut menjadi momentum penting karena menandai 35 tahun hubungan kemitraan ASEAN dan Rusia yang selama ini berkembang dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, perdagangan, energi, hingga keamanan kawasan.

Indonesia Dorong Perdamaian dan Stabilitas Global

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menegaskan bahwa tantangan dunia saat ini membutuhkan kerja sama yang lebih erat antarnegara. Konflik geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, gangguan rantai pasok, serta ancaman terhadap ketahanan energi dan pangan menjadi isu yang memerlukan respons bersama.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyampaikan bahwa Indonesia akan terus mendorong penguatan kerja sama internasional yang berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dunia.

“Indonesia juga akan mendorong kerja sama dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas global,” ujar Vahd dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri.

Sikap tersebut sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang selama ini konsisten mengedepankan dialog, kerja sama multilateral, dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Ketahanan Pangan dan Energi Menjadi Fokus Utama

Selain isu perdamaian global, Indonesia juga membawa agenda konkret yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, yaitu penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan dan energi.

Menurut Kementerian Luar Negeri, Indonesia melihat kedua sektor tersebut sebagai fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

“Indonesia akan mendorong penguatan kerja sama dengan Rusia, khususnya di bidang ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan integrasi ekonomi antarkawasan,” kata Vahd.

Kerja sama pangan menjadi penting mengingat banyak negara masih menghadapi tekanan akibat perubahan iklim, gangguan distribusi global, dan meningkatnya kebutuhan pangan dunia. Sementara itu, sektor energi menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas industri.

Sugiono Sampaikan Pesan Presiden Prabowo

Dalam forum tingkat tinggi tersebut, Sugiono juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya menjaga kemitraan ASEAN sebagai kawasan yang dihuni lebih dari 670 juta penduduk.

Menurut Indonesia, ASEAN harus terus memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk Rusia, untuk menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi global yang semakin kompleks.

Sugiono menekankan bahwa kemitraan yang dibangun harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan perdagangan, investasi, ketahanan energi, dan penguatan sektor-sektor strategis lainnya.

Indonesia juga menegaskan pentingnya menjaga sentralitas ASEAN dalam arsitektur kawasan agar tetap menjadi kekuatan penyeimbang yang mampu mendorong kerja sama dan stabilitas regional.

KTT ASEAN–Rusia Bahas Masa Depan Kemitraan Strategis

KTT yang berlangsung di Kazan tidak hanya menjadi ajang peringatan 35 tahun hubungan ASEAN–Rusia, tetapi juga forum untuk mengevaluasi capaian kerja sama selama tiga dekade terakhir dan merumuskan agenda masa depan.

Para pemimpin dan delegasi membahas berbagai isu strategis, termasuk perdagangan, investasi, keamanan kawasan, energi, pertanian, digitalisasi, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga kerja sama kemanusiaan.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam forum tersebut menegaskan bahwa kemitraan ASEAN–Rusia memiliki peran penting sebagai faktor stabilitas di kawasan Asia Pasifik di tengah meningkatnya turbulensi geopolitik global.

Diplomasi Aktif Indonesia di Tengah Perubahan Dunia

Keikutsertaan Indonesia dalam KTT ASEAN–Rusia menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus memainkan peran aktif dalam berbagai forum internasional.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia berupaya memperluas kemitraan strategis dengan berbagai negara dan kawasan guna mendukung kepentingan nasional sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas dunia.

Melalui forum ASEAN–Rusia, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang mendorong dialog, kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian berbagai konflik melalui jalur damai dan diplomasi.

Di tengah dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan Indonesia tetap memiliki peran strategis dalam menjaga perdamaian, memperkuat stabilitas kawasan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles