Republikita
4 min read840

IMM: Persatuan Nasional Harus Menjadi Prioritas di Tengah Gejolak Global, Anarkisme Bukan Solusi

JAKARTA – Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Riyan Betra Delza, menyerukan seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional dan menolak segala bentuk tindakan anarkisme di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang saat ini tengah memengaruhi banyak negara, termasuk Indonesia.

O

OP Admin

Published in Republikita

Loading...
IMM: Persatuan Nasional Harus Menjadi Prioritas di Tengah Gejolak Global, Anarkisme Bukan Solusi

Menurut Riyan, konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia, ketegangan perdagangan internasional, hingga perlambatan ekonomi global merupakan tantangan nyata yang membutuhkan respons kolektif dari seluruh komponen bangsa. Dalam situasi seperti ini, stabilitas nasional dinilai menjadi modal penting agar Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dan melanjutkan agenda pembangunan.

"Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, seluruh elemen bangsa harus mengedepankan persatuan dan soliditas. Kita harus menolak segala bentuk anarkisme yang dapat mengganggu ketertiban umum serta menghambat upaya bangsa dalam menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik," ujar Riyan Betra Delza dalam keterangannya.

Indonesia Membutuhkan Stabilitas untuk Menjaga Pembangunan

Riyan menegaskan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan suasana yang aman dan kondusif agar berbagai program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan optimal. Menurutnya, kondisi global yang penuh ketidakpastian justru menuntut bangsa Indonesia untuk memperkuat persaudaraan dan menghindari polarisasi yang berlebihan.

Ia menilai bahwa stabilitas sosial dan politik memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat maupun dunia usaha terhadap prospek ekonomi nasional. Karena itu, setiap elemen bangsa perlu menjaga ruang publik tetap sehat dan produktif.

Dalam pandangan IMM, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum maupun merugikan masyarakat luas.

Kritik Harus Tetap Dalam Koridor Demokrasi

IMM menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Organisasi mahasiswa tersebut menilai bahwa ruang kritik harus terus dijaga sebagai instrumen kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan. Namun demikian, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai, konstitusional, dan bertanggung jawab.

"Kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun kritik harus disampaikan secara beradab dan bertanggung jawab. Jangan sampai perbedaan pandangan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memicu tindakan anarkis yang merugikan masyarakat luas," kata Riyan.

Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya memberikan ruang bagi kritik, tetapi juga memastikan bahwa penyampaian pendapat dilakukan melalui cara-cara yang menghormati hukum dan kepentingan publik.

IMM berpandangan bahwa dialog, argumentasi, dan musyawarah harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan.

Generasi Muda Diminta Menjadi Garda Persatuan

Selain menyoroti pentingnya stabilitas nasional, Riyan juga memberikan perhatian khusus kepada peran generasi muda. Ia mengajak mahasiswa dan kalangan pemuda untuk tampil sebagai perekat bangsa di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.

"Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan nasional dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan," ujarnya.

Menurut Riyan, sejarah Indonesia telah menunjukkan bahwa bangsa ini mampu melewati berbagai krisis karena memiliki modal sosial yang kuat berupa persatuan, solidaritas, dan semangat kebersamaan.

Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan nasional maupun global.

Menolak Anarkisme untuk Menjaga Masa Depan Bangsa

Riyan menegaskan bahwa tindakan anarkisme tidak akan memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi bangsa. Sebaliknya, tindakan tersebut berpotensi merugikan masyarakat, mengganggu stabilitas nasional, dan menghambat upaya pembangunan yang sedang berjalan.

"Indonesia memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh. Di tengah turbulensi geopolitik dan ekonomi global, yang kita perlukan adalah memperkuat persaudaraan, menjaga stabilitas, dan membangun optimisme bersama. Menolak anarkisme adalah bagian dari upaya menjaga masa depan bangsa," tegas Riyan.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi IMM yang mendukung demokrasi yang sehat, terbuka terhadap kritik, namun tetap menolak segala bentuk tindakan destruktif yang dapat merusak ketertiban sosial.

IMM Dorong Kolaborasi Nasional Hadapi Tantangan Global

Di akhir pernyataannya, DPP IMM berharap pemerintah, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, mahasiswa, dan seluruh elemen bangsa dapat terus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

IMM meyakini bahwa tantangan geopolitik dan ekonomi global tidak dapat dihadapi secara individual, melainkan membutuhkan semangat gotong royong, solidaritas nasional, dan komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa.

Dengan menjaga stabilitas, memperkuat ruang demokrasi yang sehat, serta menolak segala bentuk anarkisme, Indonesia dinilai memiliki modal yang kuat untuk terus melanjutkan pembangunan dan mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi di tengah perubahan dunia yang semakin dinamis.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles