Republikita
3 min read216

Pariwisata Berkelanjutan Jadi Prioritas, Pemerintah Dorong Penerapan ESG di Seluruh Destinasi Wisata

Pemerintah memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam sektor pariwisata sebagai bagian dari transformasi menuju industri wisata berkelanjutan. Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya tarik investasi hijau dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

O

OP Admin

Published in Republikita

Loading...
Pariwisata Berkelanjutan Jadi Prioritas, Pemerintah Dorong Penerapan ESG di Seluruh Destinasi Wisata

Menteri Pariwisata Dorong ESG Menjadi Standar Baru Industri Wisata

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai standar baru dalam pengelolaan sektor pariwisata nasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa industri pariwisata masa depan tidak lagi hanya diukur dari jumlah wisatawan atau besarnya kontribusi terhadap ekonomi daerah. Keberlanjutan lingkungan, dampak sosial terhadap masyarakat lokal, dan tata kelola yang baik kini menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas sebuah destinasi wisata.

Menurutnya, perubahan tren global menuntut seluruh pelaku industri pariwisata untuk mulai mengintegrasikan prinsip ESG dalam operasional maupun strategi bisnis mereka. Dengan demikian, pembangunan pariwisata tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sektor pariwisata yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan mampu menjawab tuntutan pasar global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.


ESG Dinilai Mampu Menarik Minat Investor Global

Penerapan ESG juga dipandang sebagai strategi penting untuk meningkatkan daya tarik investasi Indonesia di sektor pariwisata.

Dalam beberapa tahun terakhir, investor internasional semakin selektif dalam menempatkan modalnya. Selain mempertimbangkan potensi keuntungan, mereka juga menilai komitmen suatu negara terhadap perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan transparansi tata kelola.

Karena itu, pemerintah menilai penerapan standar ESG dapat menjadi nilai tambah yang memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan investasi global.

Kementerian Pariwisata menargetkan investasi pariwisata terus meningkat melalui pengembangan destinasi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Destinasi wisata yang mampu menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi hijau dari berbagai negara.

Tren tersebut sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap proyek-proyek yang mendukung target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).


Pengelolaan Sampah Menjadi Bagian Penting Transformasi Pariwisata

Salah satu fokus utama dalam penerapan ESG adalah penguatan pengelolaan lingkungan, termasuk penanganan sampah di kawasan wisata.

Pemerintah menilai persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di sejumlah destinasi wisata nasional. Jika tidak ditangani secara baik, masalah tersebut berpotensi menurunkan kualitas lingkungan sekaligus mengurangi daya tarik wisata Indonesia.

Melalui pendekatan ESG, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi bagian dari tata kelola destinasi yang melibatkan pelaku usaha, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan wisatawan.

Kementerian Pariwisata juga mendorong berbagai program pengurangan sampah plastik, pengelolaan limbah terpadu, serta penerapan ekonomi sirkular di kawasan wisata.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat pengelolaan sampah dan menurunkan dampak lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas ekonomi, termasuk sektor pariwisata.


Kelestarian Alam Jadi Kunci Daya Saing Pariwisata Indonesia

Sebagai negara yang mengandalkan kekayaan alam dan budaya sebagai daya tarik utama wisata, Indonesia memiliki kepentingan besar untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Berbagai destinasi unggulan seperti Danau Toba, Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat sangat bergantung pada kualitas ekosistem yang terjaga. Kerusakan lingkungan di kawasan tersebut dapat berdampak langsung terhadap kunjungan wisatawan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.

Karena itu, pemerintah menilai penerapan ESG bukan hanya kebutuhan administratif, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan pariwisata Indonesia.

Dengan memperkuat prinsip keberlanjutan, Indonesia diharapkan mampu membangun industri pariwisata yang tidak hanya menghasilkan devisa dan lapangan kerja, tetapi juga menjaga kelestarian alam, memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal, serta meningkatkan reputasi Indonesia sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles