Republikita
2 min read741

Pidato Ekonomi Prabowo Jadi Perhatian, Pertumbuhan dan Penurunan Kelas Menengah Disorot

Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi ekonomi nasional dalam pembahasan arah RAPBN 2027. Pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kemiskinan, hingga penurunan kelas menengah menjadi fokus perhatian pemerintah.

O

OP Admin

Published in Republikita

Loading...
Pidato Ekonomi Prabowo Jadi Perhatian, Pertumbuhan dan Penurunan Kelas Menengah Disorot

Prabowo Pertanyakan Pertumbuhan Ekonomi yang Belum Berdampak Merata

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyoroti kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia saat menyampaikan arah kebijakan fiskal dan Kerangka Ekonomi Makro RAPBN 2027 di DPR RI. Dalam pidatonya, Prabowo menilai pertumbuhan ekonomi nasional selama beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya memberikan dampak merata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Prabowo menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir secara akumulatif mencapai sekitar 35 persen. Namun, menurutnya, kondisi tersebut belum diikuti dengan penurunan angka kemiskinan yang signifikan dan justru memunculkan perhatian terhadap meningkatnya jumlah masyarakat rentan serta penurunan kelas menengah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu memahami penyebab pertumbuhan ekonomi yang dinilai belum mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi seharusnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan daya beli, lapangan kerja, dan kualitas hidup.

Penurunan jumlah masyarakat kelas menengah kembali menjadi perhatian pemerintah karena dianggap memiliki dampak besar terhadap konsumsi domestik dan stabilitas ekonomi nasional. Kelas menengah selama ini dinilai menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pemerintah menilai penguatan sektor produktif, penciptaan lapangan kerja, dan stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi langkah penting dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat di tengah tekanan global.

Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen dan Arah RAPBN 2027 Dibahas

Dalam penyampaian kerangka ekonomi makro RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. Target tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran melalui kebijakan fiskal yang lebih produktif dan terarah. RAPBN 2027 disebut akan difokuskan pada penguatan sektor pangan, energi, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur produktif.

Arah kebijakan fiskal pemerintah kembali menjadi perhatian publik karena dinilai akan menentukan stabilitas ekonomi nasional dalam beberapa tahun mendatang. Pemerintah menegaskan pengelolaan APBN akan dilakukan secara hati-hati dengan tetap menjaga keseimbangan fiskal dan keberlanjutan utang negara.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, dan investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pemerintah berharap kebijakan fiskal yang disusun dapat mendorong pemerataan pembangunan serta memperkuat ekonomi daerah.

Pengamat ekonomi menilai tantangan utama pemerintah bukan hanya menjaga angka pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan mulai dibahasnya RAPBN 2027, publik kini menyoroti bagaimana pemerintah akan menyeimbangkan target pertumbuhan ekonomi dengan upaya menekan kemiskinan dan memperkuat kembali kelompok kelas menengah Indonesia.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles