Republikita
3 min read798

Hasil Evaluasi Kemhan: Latsarmil SPPI Dihentikan, Diganti Pembekalan Bela Negara dan Manajerial

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi mengubah konsep pelatihan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Program yang sebelumnya menggunakan skema Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) kini diganti menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial sebagai tindak lanjut evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pelatihan.

O

OP Admin

Published in Republikita

Loading...
Hasil Evaluasi Kemhan: Latsarmil SPPI Dihentikan, Diganti Pembekalan Bela Negara dan Manajerial

Perubahan tersebut diumumkan setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memerintahkan evaluasi terhadap metode pelatihan, terutama menyusul insiden meninggalnya lima peserta SPPI selama mengikuti pendidikan. Evaluasi tidak hanya menyasar aspek kesehatan peserta, tetapi juga materi pembelajaran dan pendekatan pelatihan agar lebih sesuai dengan karakter peserta yang berasal dari kalangan sipil.

Latsarmil Resmi Tidak Lagi Digunakan

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa istilah Latihan Dasar Kemiliteran tidak lagi digunakan dalam program pembekalan calon pengelola koperasi.

Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama, tetapi juga perubahan pendekatan pendidikan.

Kemhan kini mengarahkan seluruh pelaksanaan kegiatan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, dengan materi yang lebih relevan terhadap tugas peserta setelah menyelesaikan pendidikan.

Materi Militer Dikurangi, Latihan Menembak Dihapus

Dalam format baru, berbagai aktivitas yang bersifat taktis dan teknis kemiliteran dikurangi secara signifikan.

Kemhan memastikan latihan menembak tidak lagi menjadi bagian dari program, sementara intensitas latihan fisik juga disesuaikan dengan kemampuan serta latar belakang peserta sebagai warga sipil.

Penyesuaian tersebut dilakukan agar pelatihan lebih proporsional dan tetap mampu membentuk karakter peserta tanpa menerapkan pola latihan yang identik dengan pendidikan prajurit.

Fokus Beralih ke Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Melalui konsep baru, pemerintah mengarahkan pembelajaran pada penguatan nilai-nilai bela negara, disiplin, integritas, kepemimpinan, kerja sama tim, tanggung jawab, serta wawasan kebangsaan.

Selain itu, peserta juga akan memperoleh pembekalan manajerial sebagai bekal untuk mengelola koperasi secara profesional.

Kemhan menilai kompetensi tersebut lebih sesuai dengan peran lulusan SPPI sebagai calon manajer Koperasi Merah Putih dibandingkan materi yang bercorak kemiliteran.

Evaluasi Menyeluruh Setelah Insiden Peserta Meninggal

Perubahan kebijakan dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap seluruh penyelenggaraan pelatihan.

Evaluasi mencakup sistem seleksi kesehatan, metode pembinaan, beban aktivitas fisik, mekanisme pengawasan medis, hingga prosedur penanganan peserta selama mengikuti pendidikan.

Langkah tersebut diambil setelah lima peserta SPPI meninggal dunia di sejumlah lokasi pelatihan akibat gangguan kesehatan, yang kemudian memicu perhatian publik terhadap penyelenggaraan program.

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama

Kemhan menegaskan bahwa keselamatan peserta menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan program yang telah diperbarui.

Selain melakukan penyesuaian materi, penyelenggara juga diminta meningkatkan pengawasan kesehatan peserta sejak proses seleksi hingga pelaksanaan pendidikan.

Pemerintah berharap perubahan pendekatan tersebut mampu menciptakan proses pembekalan yang lebih aman, adaptif, dan tetap efektif dalam membangun karakter serta kemampuan kepemimpinan peserta.

Tetap Dukung Program Koperasi Merah Putih

Meski konsep pelatihannya berubah, tujuan utama program SPPI tetap dipertahankan, yakni menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.

Melalui pendekatan baru yang lebih menekankan bela negara dan kemampuan manajerial, pemerintah berharap lulusan program memiliki karakter kepemimpinan, disiplin, dan kemampuan mengelola organisasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan ekonomi berbasis desa dan masyarakat.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles